Sabtu, 30 Agustus 2014

PANGAN DAN KESEHATAN


TERAPI WARNA PANGAN

Subhanallah, Allahu Akbar… ternyata Allah telah menciptakan berbagai jenis warna dalam makanan itu ada pesan-Nya. Warna pada pangan tidak saja untuk keindahan, namun juga setiap warna itu ada manfaat dan khasiatnya, juga memiliki efek fungsional bagi tubuh dari setiap warna.
Warna pada makanan itu berasal dari senyawa alamiah (pigmen) yang merupakan senyawa fitokimia. Meski suatu bahan pangan sebenarnya itu terdiri dari berbagai jenis pigmen, namun warna yang perlu kita perhatikan adalah warna pigmen yang paling dominan pada bahan pangan tersebut.


Bambang Nurhadi, STP Msc, dosen dan ahli Teknologi Pangan di Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran mengatakan “Warna yang berasal dari pigmen pada makanan umumnya memang membawa efek kesehatan bagi tubuh dan bersifat sebagai antioksidan. Bahkan pigmen antosianin yang tergolong pigmen tidak bernutrisi pun masih memiliki sifat antioksidan yang berguna dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh”.



Berikut Terapi Warna Pangan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai  contoh, bagi penderita kanker payudara, disarankan dapat melakukan terapi pangan (makanan dan buah-buahan) yang berwarna ungu. Seperti minum Jus Manggis untuk mengobati kanker payudara, selain plum, terong ungu, dan kol ungu.
  1. Antikanker. Terapi pangan warna hijau (Klorofil) dengan alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, dan sawi. Selain dengan warna hijau, antikanker pun bisa dengan terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  2. Mengurangi risiko kanker : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  3. Mengurangi risiko tumor : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  4. Kanker payudara : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu. Bisa juga dengan terapi pangan warna hitam : cumi-cumi.
  5. Anti peradangan : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  6. Antibakteri : Terapi pangan warna hijau (Klorofil) dengan alpukat, kiwi, anggur hijau, asparagus, bayam, brokoli, daun singkong, kacang polong, paprika hijau, sawi.
  7. Antibakteri : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  8. Antinyeri : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  9. Demam : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  10. Diabetes mellitus : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  11. Diare : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  12. Hipertensi : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  13. Jantung : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  14. Kesehatan mata : Terapi pangan warna ungu dengan anggur ungu (antosianin) dengan plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  15. Kolesterol : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  16. Kulit : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  17. Mencegah kerusakan DNA : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  18. Mencegah osteoporosis : Terapi pangan warna kuning (xanthophyll) dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  19. Mengendalikan kadar gula : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  20. Meningkatkan aktivitas sperma : Terapi pangan warna merah  (likopen) dengan tomat, apel, pepaya, strawberry, semangka, bayam merah, paprika, daging kerang, ikan salmon, atau lobster.
  21. Meningkatkan imunitas tubuh : Terapi pangan warna putih dengan leci, rambutan dan lengkeng. susu, sawi putih, tauge, bawang putih, dan bawang bombay.
  22. Menyehatkan saluran pencernaan : Terapi pangan warna putih dengan leci, rambutan dan lengkeng. susu, sawi putih, tauge, bawang putih, dan bawang bombay.
  23. Mual : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  24. Pankreas : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  25. Penyakit Mata : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam. Menjaga kesehatan mata : Terapi pangan warna kuning dengan jeruk, nanas, melon, pir, timun suri, jagung, telur, atau kunyit.
  26. Peradangan : Terapi pangan warna jingga (karoten) dengan  wortel, mangga, jeruk, labu kuning, ubi merah, kangkung, atau bayam.
  27. Prostat : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
  28. Sakit perut : Terapi pangan warna hitam dengan warna cincau hitam.
  29. Usus besar : Terapi pangan warna ungu (antosianin) dengan anggur ungu, plum, manggis, terong ungu, dan kol ungu
Setiap warna alami yang terdapat pada makanan memiliki fungsinya masing-masing. Oleh karena itu mengonsumsi makanan yang berwarna-warni sangat dianjurkan karena dapat mencegah bahkan mengobati kita dari berbagai penyakit.Caranya, dengan memvariasikan konsumsi sayuran atau makanan yang berwarna dan menyesuaikannya dengan selera serta kemampuan ekonomi yang dimiliki.




    MAKANAN DAN VITAMIN


  • Pengertian Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena vitamin berfungsi untuk membantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh (vitamin mempunyai peran sangat penting dalam metabolisme tubuh), karena vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Jika manusia, hewan dan ataupun makhluk hidup lain tanpa asupan vitamin tidak akan dapat melakukan aktivitas hidup dengan baik, kekurangan vitamin menyebabkan tubuh kita mudah terkena penyakit.
  • Nama Vitamin sendiri berasal dari gabungan kata bahasa Latin yaitu vita yang artinya “hidup” dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap demikian.
  • Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim.
  • Pada dasarnya, senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara normal
  • Untuk bisa mendapatkan asupan vitamin tidaklah sulit, bisa dikatakan kebanyakan makanan yang kita konsumsi setiap hari telah mengandung vitamin hanya saja mungkin kita tidak menyadari besar kecilnya kandungan vitamin yang kita konsumsi setiap hari.
Jenis Jenis vitamin
  • Jenis vitamin berdasarkan kelarutannya ada dua macam, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air hanya ada dua yaitu Vitamin B dan C. Sedangkan vitamin A, D, E, dan K, mereka larut dalam lemak.
Cara kerja vitamin yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air berbeda:
  • Vitamin yang larut dalam lemak : Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan di dalam jaringan adiposa (lemak) dan di dalam hati. Vitamin ini kemudian akan dikeluarkan dan diedarkan ke seluruh tubuh saat dibutuhkan. Beberapa jenis vitamin hanya dapat disimpan beberapa hari saja di dalam tubuh, sedangkan jenis vitamin lain dapat bertahan hingga 6 bulan lamanya di dalam tubuh.
  • vitamin yang larut dalam air : Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, jenis vitamin larut dalam air hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera hilang bersama aliran makanan. Saat suatu bahan pangan dicerna oleh tubuh, vitamin yang terlepas akan masuk ke dalam aliran darah dan beredar ke seluruh bagian tubuh. Apabila tidak dibutuhkan, vitamin ini akan segera dibuang tubuh bersama urin. Oleh karena hal inilah, tubuh membutuhkan asupan vitamin larut air secara terus-menerus.
Dibawah ini merupakan  sumber makanan dan jenis jenis vitamin yang terkandung di dalamnya

Vitamin A

  • Vitamin A, yang juga dikenal dengan nama retinol, merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina.
  • Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.[17] Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya matahari, dan udara.
  • Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin A, antara lain susu, ikan, sayur-sayuran (terutama yang berwarna hijau dan kuning), dan juga buah-buahan (terutama yang berwarna merah dan kuning, seperti cabe merah, wortel, pisang, dan pepaya).
  • Apabila terjadi defisiensi vitamin A penderita akan mengalami rabun senja dan katarak. Selain itu, penderita defisiensi vitamin A ini juga dapat mengalami infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan kondisi kulit yang kurang sehat.
  • Kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan keracunan pada tubuh. Penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain pusing-pusing, kerontokan rambut, kulit kering bersisik, dan pingsan.
  • Selain itu, bila sudah dalam kondisi akut, kelebihan vitamin A di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerabunan, terhambatnya pertumbuhan tubuh, pembengkakan hati, dan iritasi kulit.

Vitamin B
  • Secara umum, golongan vitamin B berperan penting dalam metabolisme di dalam tubuh, terutama dalam hal pelepasan energi saat beraktivitas. Hal ini terkait dengan peranannya di dalam tubuh, yaitu sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi.
  • Beberapa jenis vitamin yang tergolong dalam kelompok vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah merah (eritrosit). Sumber utama vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran hijau.
Vitamin B1

Vitamin B1, yang dikenal juga dengan nama tiamin, merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-hari.
Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak. Bila terjadi defisiensi vitamin B1, kulit akan mengalami berbagai gangguan, seperti kulit kering dan bersisik.
Tubuh juga dapat mengalami beri-beri, gangguan saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. Untuk mencegah hal tersebut, kita perlu banyak mengkonsumsi banyak gandum, nasi, daging, susu, telur, dan tanaman kacang-kacangan. Bahan makanan inilah yang telah terbukti banyak mengandung vitamin B1.


Vitamin B2

  • Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2 berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD).
  • Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
  • Sumber vitamin B2 banyak ditemukan pada sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, dan susu.
  • Defisiensinya dapat menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, dan sariawan.

Vitamin B3

  • Vitamin B3 juga dikenal dengan istilah niasin.
  • Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, metabolisme lemak, dan protein.
  • Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo.
  • Berbagai jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini. Vitamin B3 termasuk salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, seperti ragi, hati, ginjal, daging unggas, dan ikan.
  • Akan tetapi, terdapat beberapa sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini dalam kadar tinggi, antara lain gandum dan kentang manis.
  • Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekejangan, keram otot, gangguan sistem pencernaan, muntah-muntah, dan mual

Vitamin B5

  • Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak.
  • Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh.
  • Vitamin B5 dapat ditemukan dalam berbagai jenis variasi makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal, dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang hijau.
  • Seperti halnya vitamin B1 dan B2, defisiensi vitamin B5 dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan bersisik.
  • Selain itu, gangguan lain yang akan diderita adalah keram otot serta kesulitan untuk tidur.

Vitamin B6

  • Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh.
  • Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti spingolipid dan fosfolipid.
  • Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang berbahaya bagi tubuh.
  • Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin yang mudah didapatkan karena vitamin ini banyak terdapat di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, dan ikan.
  • Kekurangan vitamin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, keram otot, dan insomnia.

Vitamin B12

  • Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan vitamin ini.
  • Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh.
  • Vitamin B12 juga termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah. Telur, hati, dan daging merupakan sumber makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12.
  • Kekurangan vitamin ini akan menyebabkan anemia (kekurangan darah), mudah lelah lesu, dan iritasi kulit.

Vitamin C

  • Vitamin C (asam askorbat) banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita.
  • Di dalam tubuh, vitamin C juga berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya.
  • Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita.
  • Terkait dengan sifatnya yang mampu menangkal radikal bebas, vitamin C dapat membantu menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker, dapat diturunkan.
  • Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.
  • Melalui mekanisme inilah vitamin C berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan membantu mencegah berbagai jenis penyakit.
  • Defisiensi vitamin C juga dapat menyebabkan gusi berdarah dan nyeri pada persendian. Akumulasi vitamin C yang berlebihan di dalam tubuh dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah merah

Vitamin D

  • Vitamin D juga merupakan salah satu jenis vitamin yang banyak ditemukan pada makanan hewani, antara lain ikan, telur, susu, serta produk olahannya, seperti keju.
  • Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang.
  • Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet).
  • Bila kadar vitamin D rendah maka tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk huruf O dan X.
  • Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami kekejangan.
  • Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula, penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya kepadatan tulang.
  • Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan dehidrasi berlebihan.

vitamin E

  • Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati.
  • Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia dari polusi udara.
  • Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami.
  • Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak tumbuh-tumbuhan.
  • Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik bagi pria maupun wanita.
  • Selain itu, saraf dan otot akan mengalami gangguan yang berkepanjangan.

Vitamin K

  • Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan luka.
  • Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan darah saat terjadi luka atau pendarahan.
  • Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat.
  • Oleh karena itu, kita perlu banyak mengkonsumsi susu, kuning telur, dan sayuran segar yang merupakan sumber vitamin K yang baik bagi pemenuhan kebutuhan di dalam tubuh.
  • Semoga penjelasan tentang jenis-jenis vitamin, dan sumbernya di atas dapat bermanfaat untuk anda dalam menjaga kesehatan tubuh.

Rabu, 21 Mei 2014

PENGOLAHAN KAYU KELAPA



Proses Pembuatan


Papan Cor Kayu Kelapa



Papan Cor Kayu Kelapa merupakan jenis kayu kedua yang akan saya gunakan sebagai papan cor untuk proses pekerjaan pengecoran beton bertulang. Pada hari Sabtu 3 Desember 2011 kemarin, saya baru saja mengolah kayu kelapa menjadi Papan Cor Kayu Kelapa. Hal ini terjadi sebenarnya diluar dugaan saya karena kayu kelapa tersebut hasil pemberian seorang kawan, ada empat potong kayu kelapa dengan panjang 4 m dan keempat potong kayu kelapa tersebut diambil dari 4 batang pohon kelapa yang bagian bawah saja, tentunya itu adalah posisi terbaik untuk kayu kelapa jika digunakan sebagai kayu olahan.
Sebelum mengolah Papan Cor Kayu Kelapa sebenarnya saya sudah menyiapkan papan cor dari kayu mahoni yang sempat saya ceritakan disini Papan Cor untuk Sloof dan kayu ketiga yang sudah saya siapkan untuk papan cor adalah kayu randu dengan kondisi sekarang masih hidup mempunyai diameter batang kira-kira 100 cm dan tinggi lebih dari 8 m. Jika kita membeli papan cor disebuah toko bangunan dengan papan cor ukuran tebal 2 cm, lebar 20 cm, dan panjang 400 cm jenis papan cor kayu randu harganya Rp 25.000/keping. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi informasi seputar proses pembuatan Papan Cor Kayu Kelapa.
Langkah  proses pembuatan Papan Cor Kayu Kelapa yang saya lakukan :
Menentukan alat apa yang paling cocok untuk menggergaji/membelah kayu kelapa tersebut, saya memilih serkel/mesin pembelah tetap karena hasilnya lebih presisi atau bisa dipastikan rata maksimal dan limbah kayu gergajiannya sedikit. Setelah alat kita tentukan kemudian saya mencari tukang gergaji yang saya maksud, saran saya jangan terlalu percaya dengan omongan tukang gergaji/tukang kayu, selalu kros cek menjelang janjinya akan tiba, karena sudah menjadi budaya mereka selalu menyanggupi semua orderan yang masuk, nah jika tingkat resiko rendah maka mereka bisa membatalkan janji itu secara sepihak hal itu yang saya pahami dari pengalaman berbaur dengan mereka.

Proses Membelah Batang Kelapa Untuk Papan Cor Kayu Kelapa
Sebelum batang kelapa tersebut dimasukan ke dalam mesin mebelah, batang kelapa tersebut dibelah menggunakan gergaji mesin portable atau sing saw (nyayian gergaji) agar bebannya lebih ringan, hal ini tidak mengurangi kualitas hasil ukuran bahan papan cor kayu kelapa yang kita dapatkan.



Proses pembelahan kayu kelapa menjadi Papan Cor Kayu Kelapa
Total batang kelapa yang dibelah dengan mesin sing saw ada 4 batang sehingga hasilnya menjadi 8 buah kayu belahan glondongan dan ini dalah proses pembuatan Papan Cor Kayu Kelapa yang sebenarnya, minimal crew untuk menjalankan mesin ini adalah 2-3 orang dengan tugas, orang yang sebelah kiri dan berbaju merah bertugas mensetting ukuran dan mendorong kayu, orang yang ditengah bertugas melumuri gergaji dengan air dan menta hasil gergajian kemudian orang yang sebelah kanan bertugas menarik kayu hasil gergajian.


Hasil proses gergaji Papan Cor Kayu Kelapa
Setelah kurang lebih 2 jam proses pembuatan Papan Cor Kayu Kelapa pun akhirnya selesai, 4 Potong pohon kelapa menghasilkan 35 buah papan dengan ukuran tebal 2 cm, lebar 20 cm dan panjang tentunya 4 m. Mesin gergaji pembelah masal ini juga bisa dijadikan sebagai kendaraan angkut hasil gergajian, Papan Cor Kayu Kelapa ini akan saya pindahkan menuju lokasi pembangunan rumah impian.



Papan Cor Kayu Kelapa sampai dilokasi.


Proses penyimpanan Papan Cor Kayu Kelapa
Papan Cor Kayu Kelapa adalah jenis kayu yang tidak berkelas, jadi kita harus menyimpanya sebelum digunakan disebuah tempat yang teduh dan tidak lembab, cara menatanya antara papan yang satu dengan lainya tidak boleh menempel, harus ada ruang rongga udara supaya papan tidak lembab dan berjamur.
Itulah informasi dari proses pembuatan papan cor kayu kelapa yang dapat saya bagikan, untuk total biaya proses tersebut rinciannya :
  • Upah gergaji Rp 140.000 (35 keping papan, hitungannya adalah per meter kubik kisaran Rp 200.000 – Rp 250.000)
  • Upah Angkut Rp 60.000 (relatif)
  • Upah Konsumsi (relatif)
Papan Cor Kayu Kelapa hanya sebagai salah satu media proses pembangunan yang harus ada, jadi bisajaksanalah dalam memilih dan mengunakan papan.



Batang Kelapa Sebagai Kayu Konstruksi

            Salah satu material yang cukup berlimpah di Indonesia adalah kayu kelapa. Walaupun jarang digunakan sebagai material bangunan karena kayu ini keras dan teksturnya kasar. Namun bila diolah dengan tepat akan menghasilkan bangunan yang unik, karena tekstur kayu kelapa sangat khas, tetapi finishingnya tidak bisa sehalus kayu borne, meranti, ataupun kamper.Harganya pun jauh lebih murah bila dibandingkan dengan kayu seberang (su­matera, Kalimantan). Rumah kayu yang terbuat dari kayu kelapa biayanya sekitar 1,2 juta -2juta/m2 bandingkan bila me­nggunakan kayu seberang yang harganya bisa diatas 3 juta/ m2 ( Sulc, 1984).
Ada tiga alasan yang menyebabkan batang kepala dapat dijadikan alternatif pengganti kayu, yaitu program peremajaan kebun kelapa akan berhasil dengan kelapa yang tidak dikeluarkan dari kebun akan menjadi sarang kumbang gerek. Dengan pengolahan yang benar batang kelapa akan menghasilkan kayu yang bisa bersaing dengan beberapa kayu jenis konvensional. Batang kelapa ini, sebagai substitusi kayu, dapat digunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat perkakas, barang kerajinan, dan sumber energi yang berupa arang. Disamping itu batang kelapa juga memiliki nilai estetika yang unik                                   ( Suharto dan Ambarwati, 2007).
Kayu kelapa, yang selama ini secara tradisional lebih banyak digunakan sebagai kayu konstruksi berat seperti balok dan kaso, mulai digunakan sebagai komponen pintu, jendela, furnitur dan lantai.  Permasalahannya antara lain adalah sifat-sifat fisik kayu, terutama kerapatannya, yang sangat variatif. Kerapatan kayu bagian dermal (perifer) jauh lebih tinggi daripada bagian subdermal dan bagian tengah, yang secara beturut-turut sebesar > 600 kg/m3, 400 – 600 kg/m3 dan 200 – 400 kg/m3. Perbedaan tersebut juga terdapat antara kayu kelapa bagian pangkal, tengah dan ujung batang 

                                       
Kayu dari pohon kelapa juga digunakan sekarang dan bernilai untuk produksi furnitur. Batang pohon kelapa juga digunakan untuk konstruksi tiang. Pemrosesan kelapa juga memberi kesulitan praktis. Tingkat konversi batang kelapa utuh menjadi kayu bulat relatif rendah. Lebih jauh lagi, batang kelapa memiliki kandungan silika tinggi, sangat keras dan memerlukan pisau gergaji khusus bermata tungsten
Penggunaan batang kelapa sebagai bahan konstruksi sudah lazim dilakukan oleh rakyat pedesaan karena dianggap kuat dan awet. Namun beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah sebagai berikut, yaitu :
1. Taper kira-kira 5 mm/meter
2. Tinggi batang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi kira-kira panjang batang dikurangi 6,6 mm dari pelepah paling bawah dengan panjang dolok maksimum 5 m
3. Batang tidak mengalami pertambahan ke samping, melainkan memanjang dengan diameter ujung tidak lebih dari 30 cm
4. Kulit batang tidak mengelupas, pengulitan batang relatif sukar dan sampai saat ini belum ada alat mekanis yang dapat dipakai
5. Berat jenis kayu berbeda dari luar ke dalam dari bawah ke atas. Kekuatannya dicirikan oleh berat jenisnya yang bervariasi dan biasanya bagian luar lebih kuat jika dibandingkan dengan bagian dalam batang
6. Tidak memiliki mata kayu
7. Sulit digergaji, kesulitan itu bertambah jika sudah kering
8. Bagian luar memiliki cacat distorsi lebih kecil dibandingan bagian dalam
9. Keawetan alaminya rendah
10. Batang bulat memiki sifat-sifat yang lebih baik 


             Pada umumnya kayu kelapa terutama yang berkerapatan tinggi dan sedang lebih banyak diolah secara fisik mekanik seperti pembuatan mebel, komponen rumah, barang kerajinan, sedangkan pemanfaatan secara kimia terbatas misalnya pada pembuatan arang, briket arang, pulp, kertas atau arang aktif. Hal ini disebabkan distribusi kandungan komponen kimia kayu dalam satu pohon belum banyak diketahui.
            Berbeda dengan kayu pada umumnya batang kelapa memiliki sel pembuluh yang berkelompok (vascular bundles) yang menyebar lebih rapat pada bagian tepi dari pada bagian tengah serta pada bagian bawah dan atas batang. Hal itu mengakibatkan kayu gergajian kelapa memiliki kekuatan yang berbeda-beda Palomar dan Sulc (1983) menyebutkan bahwa batang kelapa memiliki keawetan yang rendah, mudah diserang organisme perusak kayu seperti jamur dan serangga. Bagian keras batang kelapa yang tidak diawetkan dan dipasang ditempat terbuka langsung berhubungan dengan tanah maksimum dapat bertahan tiga tahun. Sedangkan untuk bagian lunak hanya beberapa bulan saja.
            Untuk dapat memilih kayu yang sesuai dengan penggunaannya, perlu mengetahui jenis sortimen ukuran. Sebagai bahan bangunan, menurut fungsinya dibagi dua golongan yaitu bahan struktural dan non struktural. Sortimen khusus yang lazim dipergunakan untuk tujuan pemakaian dapat berupa tiang, kaso, reng, balok, papan dinding dan papan cor. Dalam batang kelapa dapat dilihat pola kerapatan kayu dalam batang. Keadaan itu menyebabkan hasil penggergajian terdiri dari 3 kelas yaitu high density, medium density dan low density dengan proporsi masing-masing lebih kurang 45%, 30% dan 25%.Batang kelapa untuk keperluan konstruksi perlu dikeringkan dan diawetkan. Hal ini guna untuk menambah kualitas batang kelapa > dikeringkan supaya batang kelapa tidak diserang jamur, bakteri. Diawetkan untuk memperpanjang masa pakai batang kelapa


 

Cara Menghitung Kubikasi Kayu


Ada beberapa warga Indonesia ataupun mungkin banyak belum mengetahui bagaimana cara menghitung secara sederhana kayu olahan per M3-nya (meter kubik). Informasi ini didapatkan langsung dari para logger (penebang). Memang ada beberapa cara, namun dengan cara sederhana ini bisa diingat dan dihitung secara cepat :

contoh penghitungan sederhana itu adalah sebagai berikut :
Misalnya jika memesan papan dengan ukuran : lebar 20 cm, tebal 2 cm,









panjang 4 meter. dengan memakai rumus ini,

Lebar x Tebal x Panjang x ........ = 10.000

maka hasilnya adalah : 20 x 2 x 4 x 62 = 10.000
jadi papan yang dipesan tersebut berjumlah 62 - 63 keping papan.

Begitulah seterusnya dan bagaimana pesanan ukuran kayu olahan. 




Untuk cara menghitung kubikasi kayu log atau gelondong

rumus yang biasa digunakan adalah (P x D x D x 0,7854) : 10.000 = nilai kubikasi   
Keterangan : 
cara menghitung kubikasi kayuP adalah panjang kayu yang dinyatakan dalam satuan meter
D adalah diameter kayu yang dinyatakan dalam satuan cm

Contoh kasus : Jika seseorang akan membeli sebuah kayu yang masih berupa gelondong dengan ukuran diameter 25 cm dan panjangnya 2 meter maka, jika menggunakan rumus di atas, nilai kubikasi yang terdapat pada kayu adalah (2 x 25 x 25 x 0,7854) : 10.000 = 0,098175 M3.

Jadi, besarnya nilai kubikasi pada satu gelondong kayu yang akan dibeli oleh orang tersebut sebesar 0,098175 atau hampir sepersepuluh kubik.


Minggu, 29 Juli 2012

PEMBIBITAN KARET TUMPANG SARI DENGAN PADI GOGO,JAGUNG & KEDELE






Tanaman karet ( Hevea brasilliensis ) merupakan tanaman tahunan. Siklus tanaman karet 25 tahunan, yaitu perhitungan masa waktu dibutuhkan tanaman karet yang dimulai dari saat menanam karet dikebun sampai dengan peremajaan karet kembali. Karet mempunyai arti yang penting bagi sebagian kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia sebagai sumber penghasilan petani karet rakyat. Disamping itu tanaman karet juga menjadi harapan tersedianya peluang lapangan kerja bagi penduduk dan sekaligus sebagai salah satu komoditi penghasil devisa bagi negara.

Pemerintah menetapkan tahun 2025 Indonesia mampu menghasilkan produksi karet alam mencapai 4 juta ton/tahun. Sasaran produksi karet akan dapat tercapai bila dilakukan peremajaan tanaman karet. Balai Penelitian Sungai Putih Pusat Penelitian Karet menganjurkan peremajaan tanaman karet menggunakan bahan tanam klon unggul baru dengan penanaman karet dilakukan secara sistim tumpang sari dan sistim monokulture yang dapat menghasilkan produksi karet bermutu tinggi sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh petani yang melakukan penanaman karet rakyat

Sistem Penanaman karet
Sistem penanaman karet ada 2 ( dua ) macam yaitu sistim penanaman karet monokultur dan sistem tumpang sari. Penanaman sistim monokultur merupakan penanaman karet dengan jarak tanam segi tiga, bujur sangkar dan tidak teratur. Pada sistim jarak segitiga dan bujur sangkar dapat dilakukan pada lokasi tanah datar sampai agak datar dengan hasil jarak tanam yang teratur. Sedangkan pada lokasi tanah miring yang diteras menggunakan jarak tanam tidak teratur, karena itu penampakan barisan tidak sempurna dan banyak dijumpai pada perkebunan yang menggunakan jarak tanam tidak teratur Sedangkan pada tanaman karet tumpang sari merupakan pola tradisional perkebunan karet rakyat dengan jarak tanam didalam barisan tanaman dibuat rapat dan jarak tanam antar barisan dibuat renggang agar penyinaran matahari sempurna.

Lahan yang akan ditanami tanaman karet harus disiapkan terlebih dahulu dengan membuat lubang tanam berjarak antar lubang 7 x 3 meter. Pembuatan lubang tanam dimulai dengan mengajir lubang tanam sesuai jarak yang dianjurkan. Jika tanah yang disiapkan bentuk teras kontur jarak antar teras 7 meter ajir yang dipancang pada barisan berjarak 3 meter. Sedangkan pada tanah datar yang tanpa teras pemancangan dilakukan sesuai system penanamannya dengan jarak 7 meter kearah utara selatan dan 3 meter kearah timur barat. Perlu diperhatikan pada tanaman karet yang ditanam pada lokasi kemiringan tanah dibawah 10 %. harus menggunakan larikan dan pada tanah yang kemiringannya lebih digunakan teras.

Pertumbuhan tanaman karet sangat tergantung dari tanah dan iklim.Tanaman karet akan tumbuh dengan baik pada daerah ketinggian 0 - 400 meter diatas permukaan laut paling baik pada ketinggian 0 - 200 meter dan setiap kenaikan 200 meter matang sadap terlambat 6 bulan.. Tanaman karet menghendaki daerah yang bercurah hujan 1.500 - 4.000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun dengan jumlah hari hujan.100 - 150 hari hujan. Hujan selain digunakan untuk pertumbuhan karet juga ada hubungannya dengan pemungutan hasil panen karet utamanya pada jumlah hari hujan turun pada pagi hari. Angin juga berpengaruh pada tanaman karet. Angin yang kencang dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman karet. Kondisi lingkungan yang lembab disekitar tanaman karet juga dapat berpengaruh pada penurunan produksi karet..

Selain itu lahan kebun karet juga harus memenuhi persyaratan tanah yang cocok untuk tanaman karet yaitu tanah harus gembur, tidak bercadas dengan PH tanah 3,5 - 7,0 Kedalaman tanaht yang dibutuhkan tanaman karet 1 - 2 meter.
Cara Penanaman bibit
Bibit karet biasanya dihasilkan dari hasi okulasi yang ditanam dari kebun pembibitan atau polybag. Pemindahan bibit dari kebun pembibitan dilakukan dengan cara dibongkar, yaitu menggali parit 50 cm disisi barisan bibit. Selanjutnya bibit dipegang pada bagian atas okulasi dan dicabut. Penanaman tanaman karet harus menggunakan bibit karet yang berakar tunggang satu buah dan lurus, bila lebih harus dipotong. Bibit karet yang digunakan bibit stum mata tidur yang sudah mempunyai 2 - 3 payung daun. Pada daerah yang cukup jauh dari kebun pembibitan perlu adanya perlakuan pada bibit karet dengan cara membungkus bibit karet secara rapat dengan gedebok pisang, serabut kelapa yang disusun selapis demi selapis. Tujuan pembungkusan agar mata tunas atau batang okulasi tidak terjadi kerusakan. Jika bibit okulasi menggunakan polybag pengangkutannya langsung menggunakan polybag. Pembongkaran bibit dilakukan pada saat tanam karet siap untuk ditanam

Penanaman tanaman penutup tanah
Untuk mencegah terjadinya erosi dapat dilakukan dengan penanaman tanaman penutup tanah, selain itu juga dapat melindungi tanah dari sinar matahari langsung, menekan pertumbuhan gulma. Tanaman penutup tanah juga mempercepat matang sadap dan mempertinggi hasil lateks.
Tanaman penutup tanah dapat dipilih dari 3 ( tiga ) jenis tanaman, yaitu tanaman merayap, tanaman semak dan tanaman pohon. Tanaman merayap terdiri atas rumput dan jenis leguminosa seperti Pueraria javanica, Centrosema pubescens dan Calopogonium mucunoides. Tanaman merayap, tanaman semak yang biasa digunakan adalah crotalaria usara moensis, C juncea, C anagyrroides, Tephorosia Candida dan T. Vogelili sedangkan tanaman pohon yang digunakan sebagai tanaman penutup adalah petai cina namun sangatlah jarang kecuali pada daerah daerah yang sering terjadi angin kencang dan serangan babi hutan.

Pengolahan Media Tanam
a. Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
b. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
c. Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
e. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

Teknik Penanaman  
 Penentuan Pola Tanaman
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo

Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :

- okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
- okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm


Teknik pemupukan
Umur 1 s/d 3 tahun
1. Pemupukan Dengan Sistem Penyiraman
Buat Larutan Induk ;
1 botol supernasa + 50 kg NPK + 200 liter air ( untuk 50 pohon)
Tiap pohon diberi 4 liter larutan induk dicampur dengan 10 liter air, kocorkan disekitar pohon diaplikasikan 4 bulan sekali, atau;
2. Pemupukan Dengan Sistem Tabur
1 botol supernasa + 25 kg Urea + 12,5 kg TSP + 12,5 KCl + 1 botol poc nasa,
Dicampur di taburkan tiap pohon 1 kg aplikasikan setiap 4 bulan sekali (untuk 50 pohon).
Penyemprotan dilakukan 15 hari sekali pada batang dan daun yang terjangkau semprot ( dosis 4 tutup poc nasa + 5 cc Aero + 15 liter air)
Umur 4 s/d 8 tahun
1. Pemupukan Dengan Sistem Penyiraman
Buat Larutan Induk;
1 botol supernasa + 75 kg NPK + 200 liter air ( untuk 50 pohon)
Tiap pohon diberi 4 liter larutan induk dicampur dengan 10 liter air, kocorkan disekitar pohon diaplikasikan 4 bulan sekali, atau;
2. Pemupukan Dengan Sistem Tabur
1 botol supernasa + 35 kg Urea + 20 kg TSP + 20 KCl + 1 botol poc nasa,
Dicampur di taburkan tiap pohon 1,5 kg aplikasikan setiap 4 bulan sekali (untuk 50 pohon).

Penyemprotan dilakukan 15 hari sekali pada batang dan daun yang terjangkau semprot ( dosis 4 tutup poc nasa + 5 cc Aero + 15 liter air)
Umur 9 s/d 20 tahun
1. Pemupukan Dengan Sistem Penyiraman
Buat Larutan Induk;
1 botol supernasa + I botol poc nasa + 100 kg NPK + 200 liter air ( untuk 50 pohon)
Tiap pohon diberi 4 liter larutan induk dicampur dengan 10 liter air, kocorkan disekitar pohon diaplikasikan 4 bulan sekali, atau;
2. Pemupukan Dengan Sistem Tabur
1 botol supernasa + 50 kg Urea + 25 kg TSP + 25 kg KCl + 1 botol poc nasa,
Dicampur di taburkan tiap pohon 2 kg aplikasikan setiap 4 bulan sekali (untuk 50 pohon).
ΓΌ Penyemprotan dilakukan 15 hari sekali pada batang dan daun yang terjangkau semprot ( dosis 4 tutup poc nasa + 5 cc Aero + 15 liter air)
Berikan dolomite 1 tahun sekali dengan dosis 2 kg setiap pohon ditaburkan merata disekeliling pohon.